Showing posts with label Cuaca. Show all posts
Showing posts with label Cuaca. Show all posts

Saturday, January 26, 2013

Jokowi Panjat Truk Sampah

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku setiap hari selalu mengecek tumpukan sampah di pinggir jembatan Kali Bakti, Gedong Panjang Penjaringan.Jokowi mengaku bakal menambah truk sampah untuk mengangkut sampah-sampah yang menggunung dan bisa menyebabkan banjir.
"150 (truk sampah) penambahan tahun ini," kata Jokowi saat meninjau tumpukan sampah di pinggir Kali Mati, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Ahad (27/1).
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin yang juga berada di lokasi mengatakan penambahan 150 truk merupakan kondisi yang mendesak. "Nunggu APBD," ujarnya.
Saat di lokasi, Jokowi mengarahkan truk untuk segera mengangkut sampah. Ia bahkan memastikan kondisi truk pengangkut sampah dengan memanjatnya dari samping.
Warga di sekitar lokasi kemudian mendatangi Jokowi dan menyampaikan keluhannya soal sampah. Namun, tak sedikit warga yang memanfaatkan kedatangan orang nomor satu di DKI itu untuk berfoto bersama atau sekedar bersalaman.

http://www.republika.co.id/

Teknologi Rekayasa Hujan Telan Dana Rp 13 M


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) menyatakan program rekayasa hujan senilai Rp 13 miliar dari posnya, tetap akan dilakukan.
Menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), program itu bakal dilakukan selama dua bulan mulai 26 Januari-25 Maret 2013.
"Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC tetap akan dilakukan sampai 25 Maret 2012 dengan dana kami sebesar Rp 13 miliar," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Ahad (27/1).
Sutopo mengatakan pelaksanaan TMC dilakukan dengan mengerahkan empat pesawat terbang yaitu satu Hercules C-130 TNI AU dan tiga pesawat CASA 212-200, untuk mempercepat awan menjadi hujan.
Penerbangan dilakukan setiap hari dengan menjatuhkan hujan buatan. "Teknologi ini memungkinkan untuk menjatuhkan hujan di luar area rawan banjir, contohnya dialihkan ke laut," katanya menjelaskan.
Meski TMC merupakan upaya yang pertama kali dilakukan lembaganya untuk mengatasi banjir, namun Sutopo mengaku setiap tahun pihaknya sudah bekerja sama dengan BPPT melakukan TMC untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan dan kekeringan.
Dengan teknologi itu, banjir diatasi dengan cara menghambat pertumbuhan awan di mana dipasang 25 titik GBG (Ground Based Generator) yang membakar flare berisi bahan higroskopis (NaCl).
Operasi itu juga didukung tiga radar hujan dan enam stasiun pos meteorologi di mana Posko Hercules berada di Lanud Halim Perdanakusuma sedangkan tiga Cassa berada di lapangan terbang Pondok Cabe.
"Dengan membuat hujan buatan melalui TMC ini kami perkirakan akan mampu mengurangi hujan di Jakarta sekitar 30 persen," katanya.
Pihaknya juga telah memastikan kepada BMKG bahwa tidak ada potensi hujan ekstrem pada 27 Januari 2013 karena tidak adanya psikotropis, hanya sedikitnya seruak dingin, berikut Dipole Mode yang positif dan Median Juliane Station yang negatif, yang kesemuanya tidak mendukung tidak trjadinya curah hujan ekstrem.
"Selain itu semua sungai yang mengalir ke wilayah Jakarta, dalam kondisi aman dan normal sehingga masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu cemas," katanya mengakhiri.

http://www.republika.co.id

Blogger Tips And Tricks|Latest Tips For Bloggers Free Backlinks